Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tak bertahan lama menikmati hari liburnya pasca bebas dari penjara. Ternyata Ia tidak kapok. Kendati pernah dipenjara gara-gara kerasnya dunia politik, Ia kembali ke gelanggang. Tidak sampai satu bulan Ia sudah menyatakan siap berpetualang di medan laga politik menjelang Pemilu 2019.
Ia sudah dinyatakan resmi bergabung dengan PDIP dan langsung memiliki Kartu anggota PDIP. Namun yang tidak disangka , Ia menolak untuk menjadi pengurus. Lalu apa peran yang akan dimainkan oleh Ahok menjelang Pilpres 2019 ini ?
"Yang penting dia menawarkan pengalamannya dia bagaimana memelihara konstituen ini. Biasanya setelah pileg, konstituen itu sulit ketemu caleg-calegnya," kata Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah (Diperda) PDIP Bali I Nyoman Adi Wiryatama di kantor DPD Bali, Jl Banteng Baru, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019) dikutip detik.com.
"Bagaimana benang ini yang biasa terjadi sehingga konstituen kita terpelihara dengan baik," tambah Adi.
Adi mengaku tak tahu alasan Ahok tak mau menjadi pengurus partai. "Belum sampai ke situ," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sore tadi (Jumat,8/2) Ahok mendatangi kantor DPD Bali Jl Banteng Baru, Renon, Denpasar, Bali, sekitar pukul 16.00 Wita. Sekitar dua jam berada di kantor DPD Bali, Ahok memberikan kejutan dengan keluar memakai jaket PDIP.
"Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya," kata Ahok ketika ditanya soal alasannya bergabung dengan PDIP.
Dia juga mengaku sudah mantap bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu. Ahok pun mengaku tertarik kembali berpolitik untuk membagikan pengalamannya.
"Supaya bisa membagikan ilmu saya yang didapat mungkin bisa bermanfaat," tuturnya.
Nah, bersiaplah para pendukung Jokowi-Kyai Ma'ruf Amin dikunjungi Ahok dan berbagi pengalaman kerasnya politik gaya Ahok. Yang jelas, Ia memiliki banyak pendukung fanatik di jagat politik ini.
Dan hampir pasti, para pendukungnya itu akan mengikuti langkah Ahok dalam menentukan pilihan politiknya, khususnya Pilpres yang sudah tentu Jokowi. Amunisi suara akan bertambah banyak dengan bergabungnya Ahok. **
Baca Sumber

Komentar
Posting Komentar