Di tengah situasi bangsa di tahun politik seperti saat ini, perlu sekali memberikan ruang yang seluas-luas nya bagi para ulama yang ceramahnya selalu menyejukan, penuh tawaduk dan tak merendahkan orang lain. salah satu diantaranya adalah sosok ulama dari Jawa Tengah, Habib Luthfi bin Yahya.
Seperti dilansir dari Kumparan.com (24/10/2018), Habib Luthfi merupakan ulama kelahiran Pekalongan Jawa Tengah 10 November 1947. Gelar Habib yang di sandang beliau bukan gelar Habib-Habiban, Ibu beliau merupakan seorang sarifah (Keturunan Nabi Muhammad), tak hanya ibunya, Ayah Habib Luthfi pun yakni Habib Ali Yahya juga merupakan keturunan nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan salah satu anggota di jajaran Ulama Syuriah Nahdhatul Ulama, beliau juga ketua MUI Jateng.
Habib Luthfi mendapatkan ilmu agama dari banyak sekali guru. Ceramahnya selalu dengan intonasi rendah, selalu menyerukan persatuan, dan hampir tidak pernah kita temui ceramah beliau yang menyerempet politik untuk mengarahkan jamaahnya agar memilih calon-calon tertentu.
Ada banyak istilah di dunia Pesantren, salah satunya Paku. Paku merupakan alat yang biasa untuk menyatukan sesuatu, maka tak heran jika seorang santri yang akan boyong (Pulang kerumah dan tak kembali lagi mondok), maka mereka sering di pesan oleh gurunya agar mampu menjadi Paku di masyarakat.
Baca sumbernya

Komentar
Posting Komentar