Kisah seorang militer saat berjibaku di medan tempur memang kerap menarik untuk diketahui. Banyak hal yang mereka alami dalam kondisi 'hidup dan mati' di medan perang.
Salah satunya yang mengerikan dialami oleh seorang prajurit Kopassus bernama Selvanus (bukan nama sebenarnya), yang diceritakan dalam buku Kopassus untuk Indonesia.

Kisah seorang militer saat berjibaku di medan tempur memang kerap menarik untuk diketahui. Banyak hal yang mereka alami dalam kondisi 'hidup dan mati' di medan perang.
Salah satunya yang mengerikan dialami oleh seorang prajurit Kopassus bernama Selvanus (bukan nama sebenarnya), yang diceritakan dalam buku Kopassus untuk Indonesia.
Ia ditempatkan di Pos Timika yang saat itu merupakan daerah konflik. Pos tersebut juga dihuni anggota OPM yang tak segan memberantas TNI dengan sadis. Ia kemudian ditugaskan untuk menggerebek markaa OPM.
Ternyata, markas kelompok separatis itu berada cukup jauh dari Pos. Untuk kesana, Selvanus harus jalan kaki selama 6 hari selamanya. Selvanus bersama beberapa tim akhirnya berangkat.
Ilustrasi (merdeka.com)
Kala itu, Papua sedang dilanda musim hujan. Medan yang berat terpaksa harus dilalui merek. Di hari kelima, Selvanus bersama anggota lainnya dihadapi sebuah sungai yang punya air yang deras.
Demi menghadapi medan berat ini, mereka pun memutuskan untuk menggunakan tali. Beruntungnya ia punya pengalaman dalam berenang dan sudah 'jago'. Ia kemudian memutuskan untuk membantu temannya yang terbawa arus.
"Kebetulan saya jago renang. Jadi ketika saya lihat ada prajurit yang masuk ke pusaran air, saya juga ikut masuk dan menyelam,"
Saat sedang berenang, ternyata Selvanus sudah berada dj ujung air terjun. Dan saat mencari prajurit yang hilang itu di dalam air, justru giliran Selvanus yang tersesat dan tak tahu medan.
Ia pun tersedat di tengah hutan belantara Papua yang masih banyak dihunu mahluk buas. Saat tersesat inilah, Selvanus mengalami sesuatu yang janggal. Ia mengak masuk ke alam lain.
Ilustrasi (boombastis.com)
"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai mengobrol dan berkomunikasi. Mungkin itu hanya halusinasi saja. Namun anehnya, saya masih terus bisa berjalan, bahkan sampai hari kesebelas dan berhasil menyeberangi sungai dengan lebar 200 meter sebelum tiba di Timika. " seperti dilansir okezone.com (24/12/2015).
Setelah terjebak di hutan Papu selama 18 hari lamanya, Selvanus akhirnya bisa ditemukan oleh warga sekitar. Saat ditemukan itu, kondisi tubuhnya mengenaskan. Tapi yang lebih aneh, Selvanus justru berhasil selamat ditwngah kondisi lemas di tengah hutan Papua.
"Saat itu saya hanya tinggal tulang berbalut kulit, mata yang terus berputar liar dan telapak kaki yang bengkak akibat tertancap potongan kayu. Dokter yang memeriksa saya saat itu menyatakan bebas dari penyakit malaria dan cacing tambang," bebernya.


Komentar
Posting Komentar